12 Contoh Kalimat Pembukaan Presentasi untuk Tugas Sekolah, dari Islami hingga Lucu

12 Contoh Kalimat Pembukaan Presentasi untuk Tugas Sekolah, dari Islami hingga Lucu

JAKARTA — Pembukaan presentasi menentukan apakah teman sekelas menyimak sampai akhir atau melamun sejak slide pertama tampil. Muhammad Noer dalam bukunya menyebut audiens yang tahu tujuan presentasi sejak awal akan lebih mudah mengikuti seluruh materi. Sebaliknya, pembukaan yang lemah memadamkan motivasi mereka sebelum topik inti dibahas.

Noer menilai pembukaan juga memberi gambaran umum tentang topik yang akan disampaikan. Pembuka yang menarik memicu rasa ingin tahu; pembuka yang datar membuat perhatian buyar di menit-menit pertama.

Empat Contoh Pembukaan Presentasi Bernuansa Islami

Contoh pertama cocok untuk materi keagamaan. Presenter menyapa audiens dengan salam, memanjatkan syukur, lalu melempar pertanyaan ringan sebelum masuk ke topik.

"Sudahkah kalian bersedekah hari ini? Alhamdulillah.. jika sudah. Sebab, presentasi kali ini saya akan membahas tentang keutamaan bersedekah," demikian bunyi contoh yang dikutip dari detikcom.

Contoh kedua lebih singkat dan pas untuk presentasi kelompok. Setelah salam dan pujian kepada Allah, presenter langsung menyebut topik yang akan dibahas.

"Hadirin yang dirahmati oleh Allah, pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya untuk membawakan sebuah presentasi mengenai...," bunyi contoh tersebut.

Contoh ketiga memakai pembuka berbahasa Arab sebelum beralih ke topik. Presenter menyelipkan kalimat tentang udara segar dan kesehatan sebagai bentuk syukur.

"Mahasuci Allah, yang masih memberikan kita kesempatan menghirup udaranya yang segar, gratis tanpa membayar. Memberikan kita rezeki yang cukup tanpa harus meminta-minta, memberikan kita kesehatan sehingga kita bisa berada di sekolah," demikian bunyinya.

Contoh keempat menekankan rasa syukur atas umur dan kesehatan. Pola ini lazim dipakai dalam presentasi kelompok yang dibuka bergantian oleh beberapa anggota.

Pembukaan Lucu untuk Mencairkan Suasana Kelas

Humor menjadi cara cepat menarik perhatian teman sekelas, terutama saat presentasi digelar pada jam-jam rawan mengantuk. Empat contoh berikut memadukan salam dengan lelucon ringan.

  • "Selamat pagi semuanya, hari ini saya tidak hanya berdiri di sini untuk menyampaikan slide demi slide, tetapi untuk mengajak kita bersama-sama menyelami sebuah topik yang mungkin sering kita dengar, namun jarang kita pahami secara mendalam."
  • "Coba bayangkan jika kita memahami materi ini dengan baik, maka banyak persoalan yang sebelumnya terasa rumit akan menjadi lebih sederhana."
  • "Teman-teman saya yang sayangi, pada kesempatan kali ini, saya akan bersedia pegal berdiri selama kurang lebih 45 menit ke depan. Supaya suasananya tidak terlalu tegang, saya mau pantun dulu, nih. Buah durian buah kedondong, wahai generasi rebahan, perhatiin presentasi kita, dong."
  • "Pagi ini cerah sekali, walau lemas sedikit karena lawan macet, saya rasa bukan jadi masalah. Mahatma Gandhi pernah berkata, 'Hiduplah seperti Anda akan meninggal pada keesokan hari, belajarlah seperti Anda akan hidup selamanya.'"

Pembukaan Singkat yang Tetap Menancap di Ingatan

Presentasi berdurasi terbatas menuntut pembuka yang padat. Kalimat pembuka singkat tetap bisa kuat asalkan langsung menyentuh topik dan tidak berputar-putar.

Polanya: sebut sapaan, akui singkatnya waktu yang tersedia, lalu janjikan satu hal konkret yang akan didapat audiens. Cara ini menghindari basa-basi yang memakan menit berharga.

Yang perlu dihindari, menurut Noer, adalah pembukaan yang tidak memberi gambaran apa pun tentang isi presentasi. Audiens yang tidak tahu arah materi cenderung berhenti menyimak sejak awal.

Kapan Memakai Pembukaan Islami, Lucu, atau Singkat?

Pilihan gaya pembuka sebaiknya disesuaikan dengan topik dan suasana kelas. Materi keagamaan atau presentasi di sekolah berbasis religi cocok memakai pembuka bernuansa Islami.

Untuk presentasi kelompok pada jam pelajaran siang, humor ringan bisa membantu menjaga perhatian. Sementara presentasi dengan alokasi waktu ketat lebih pas memakai pembuka singkat yang langsung ke inti.

Yang terpenting, kata Noer, audiens harus paham tujuan presentasi sejak menit pertama. Dari situ mereka tahu apa yang bisa didapatkan jika menyimak sampai slide terakhir.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index