IHSG Menguat 0,92% ke 6.448,82, Saham BYAN Terbang 18% Usai Pidato Prabowo

IHSG Menguat 0,92% ke 6.448,82, Saham BYAN Terbang 18% Usai Pidato Prabowo
IHSG menguat 0,92% ke posisi 6.448,82 pada awal sesi perdagangan.

DKI JAKARTA — Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG dibuka di zona hijau pada pukul 09.00 WIB dan sempat bergerak di rentang 6.448,26 hingga 6.461,58. Sebanyak 277 saham menguat, 157 saham melemah, dan 251 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat turun tipis menjadi Rp11.383 triliun.

Saham BYAN, ISAT, dan ANTM Pimpin Penguatan

Saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) milik taipan Low Tuck Kwong menjadi pendorong utama dengan melonjak 18,23% ke harga Rp17.025. Sebanyak 846.700 saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp13,5 miliar pada awal sesi.

  • PT Indosat Tbk. (ISAT) naik 3,54% ke Rp2.630 per saham
  • PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 2,28% ke Rp3.140 per saham

Pidato Prabowo Jadi Katalis Pasar

Tim riset Phintraco Sekuritas menyebut pasar masih mencerna isi pidato kenegaraan Presiden Prabowo yang disampaikan Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan realisasi investasi mencapai Rp1.010 triliun pada semester I/2026 dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja. Ekonomi tumbuh 5,45% YoY pada paruh pertama tahun ini dan ditargetkan mencapai 6% YoY pada akhir 2026.

Pernyataan tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi sektor perbankan, konsumsi, industri, dan konstruksi. Alokasi investasi yang deras dinilai mampu mendorong efek berganda terhadap konsumsi rumah tangga dan penyaluran kredit perbankan.

Swasembada Pangan dan B50 Dongkrak Sektor Terkait

Presiden juga mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Klaim ini menjadi angin segar bagi emiten sektor poultry, perkebunan, pupuk, dan pengolahan makanan.

Kebijakan lain yang disorot pasar adalah penghentian impor solar sejak 1 Juli 2026 berkat penggunaan biodiesel B50. Langkah ini diperkirakan menghemat devisa hingga Rp170 triliun per tahun sekaligus meningkatkan permintaan crude palm oil (CPO) di pasar domestik.

Restrukturisasi BUMN dan Proyeksi Dividen Rp200 Triliun

Dalam pidato yang sama, Prabowo menargetkan jumlah BUMN maksimal 300 entitas pada akhir 2026. Lebih dari 750 entitas akan ditutup karena dinilai tidak produktif. Restrukturisasi ini diestimasikan menghasilkan penghematan overhead sekitar Rp50 triliun per tahun.

Dana hasil efisiensi tersebut akan dialihkan untuk investasi, industrialisasi, dan pelayanan publik. Pemerintah juga memproyeksikan dividen BUMN untuk tahun buku 2026 mencapai Rp200 triliun tanpa tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Angka tersebut memberi gambaran potensi pendapatan negara di tengah upaya konsolidasi badan usaha milik negara. Investor pun menantikan realisasi efisiensi dan dampaknya terhadap kinerja emiten BUMN di bursa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index